Menu

Dark Mode

tokoh

Prof. Dr. H. Ahmad Mattulada

badge-check


					Prof. Dr. H. Ahmad Mattulada Perbesar

Perjalanan hidup Mattulada tidak lahir dari ruang yang sunyi. Ia tumbuh dalam masa ketika Sulawesi Selatan bergerak mencari bentuk baru setelah pergolakan sosial dan politik. Dari pengalaman zaman itulah kepekaannya terhadap masyarakat, budaya, dan pendidikan terbentuk. Ia tidak hanya membaca kehidupan dari buku, tetapi juga dari denyut masyarakatnya sendiri.

Kiprahnya sangat lekat dengan Universitas Hasanuddin. Ia disebut sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan, terutama dalam konteks penguatan tradisi akademik dan keilmuan di Makassar. Bahkan, kisah tentang Mattulada kerap dikaitkan dengan semangat awal pendirian dan pengembangan Unhas sebagai pusat pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

Sebagai akademisi, Mattulada tidak sekadar mengajar. Ia meneliti, menulis, dan membangun cara pandang tentang manusia, masyarakat, serta kebudayaan Sulawesi Selatan. Perhatiannya pada antropologi dan budaya lokal menjadikan ilmu pengetahuan terasa dekat dengan kehidupan masyarakat. Baginya, kampus bukan menara gading yang jauh dari rakyat, melainkan ruang untuk memahami, menjelaskan, dan memuliakan kehidupan sosial.

Latoa: Suatu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis

Karya ini dapat disebut sebagai magnum opus Mattulada karena menjadi rujukan penting dalam kajian antropologi politik, kebudayaan Bugis, sejarah sosial, dan sistem nilai masyarakat Sulawesi Selatan. Dalam berbagai rujukan akademik, karya ini disebut dengan judul “Latoa: Suatu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis” dan diterbitkan antara lain oleh Gadjah Mada University Press pada 1985.

Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s.

Karya monumental Mattulada adalah “Latoa: Suatu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis”, sebuah karya besar yang membaca masyarakat Bugis melalui nilai, adat, kepemimpinan, hukum, dan etika politiknya. Melalui karya ini, Mattulada tidak hanya menulis tentang Bugis, tetapi juga memperlihatkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan memiliki tradisi intelektual, tata nilai, dan filsafat sosial yang kaya.

Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s.

Selain Latoa, beberapa karya penting Mattulada lainnya antara lain:

  1. Sejarah, Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Karya ini banyak dirujuk untuk memahami sejarah sosial dan kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan. Dalam daftar pustaka akademik, buku ini tercatat diterbitkan oleh Hasanuddin University Press pada 1998.
  2. Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar dalam Sejarah, 1510–1700, Karya ini membahas posisi Makassar dalam lintasan sejarah, terutama dalam konteks politik, perdagangan, dan perkembangan masyarakat kawasan timur Nusantara. Data bibliografisnya tercatat dalam profil Google Scholar Mattulada.
  3. Bugis-Makassar: Manusia dan Kebudayaannya Karya ini penting dalam memperkenalkan manusia Bugis-Makassar dari sisi budaya, nilai, identitas, dan kehidupan sosialnya. Judul ini juga tercatat dalam profil Google Scholar Mattulada.

    Facebook Comments Box