Menu

Dark Mode

Kabar Kampus

Lompatan Prestasi Unhas dalam Pemeringkatan Dunia QS WUR 2027

badge-check


					Lompatan Prestasi Unhas dalam Pemeringkatan Dunia QS WUR 2027 Perbesar

MAKASSAR – Universitas Hasanuddin kembali memperkuat posisinya dalam peta pendidikan tinggi global. Dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027 yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026, Unhas berhasil menempati kelompok peringkat 851–900 dunia.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan QS WUR 2026, ketika Unhas berada dalam kelompok peringkat 951–1000. Hasil terbaru ini sekaligus melanjutkan tren positif universitas dalam memperkuat kualitas akademik, riset, tata kelola, serta jejaring internasional.

Peningkatan posisi Unhas dinilai tidak terlepas dari berbagai langkah penguatan institusi yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu aspek yang mengalami perkembangan adalah keterlibatan global, terutama melalui peningkatan kehadiran akademisi internasional, perluasan kolaborasi riset lintas negara, serta penguatan program internasionalisasi kampus.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama seluruh unsur universitas. Peningkatan reputasi global Unhas dibangun melalui konsistensi dalam memperbaiki standar akademik, kualitas penelitian, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional.

Diukur melalui Lima Perspektif

QS World University Rankings mengukur kinerja perguruan tinggi melalui lima perspektif utama:

Riset dan Inovasi Keilmuan (Research and Discovery): bobot 50%
•⁠ ⁠Reputasi Akademik (Academic Reputation): 30%
•⁠ ⁠Sitasi per dosen (Citation per Faculty): 20%

Daya Saing dan Keberhasilan Lulusan (Employability and Outcomes): bobot 20%
•⁠ ⁠Reputasi di mata pengguna lulusan (Employer Reputation): 15%
•⁠ ⁠Capaian karir dan keberhasilan lulusan (Employment Outcomes): 5%

Mutu Pengalaman Belajar (Learning Experience): bobot 10%
•⁠ ⁠Rasio dosen terhadap mahasiswa (Faculty Student Ratio): 10%

Keterlibatan Global (Global Engagement): bobot 15%
•⁠ ⁠Rasio dosen internasional (International Faculty Ratio): 5%
•⁠ ⁠Jejaring riset internasional (International Research Network): 5%
•⁠ ⁠Keberagaman mahasiswa internasional (International Student Diversity): 0%
•⁠ ⁠Rasio mahasiswa internasional (International Student Ratio): 5%

Keberlanjutan (Sustainability): bobot 5%
•⁠ ⁠Keberlanjutan (Sustainability): 5%

Bagi Unhas, peningkatan posisi dalam pemeringkatan tersebut menjadi bagian dari proses transformasi kelembagaan. Universitas terus memperkuat pengelolaan data, dokumentasi kinerja, publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, serta komunikasi dengan pemangku kepentingan.

Peningkatan signifikan ini sangat didorong oleh melesatnya indikator Rasio Dosen Internasional (International Faculty Ratio) yang melonjak 25,1 poin, dari skor 11,9 pada edisi 2026 menjadi 37 pada edisi 2027. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata dari konsistensi Unhas dalam meningkatkan standar akademik, kualitas riset, inovasi, dan kolaborasi internasional.

“Kalau melihat tren sebelumnya, kita naik 40 peringkat per tahun. Maka secara prediktif, butuh tiga tahun lagi untuk tembus Top 1000. Tapi ternyata capaian itu datang lebih cepat. Ini bukan kebetulan, tapi hasil dari strategi yang tepat,” kata Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, dalam keterangannya, Kamis, 19 Juni 2025.

Melanjutkan Tren Positif

Capaian QS WUR 2027 melanjutkan keberhasilan Unhas menembus kelompok 1.000 perguruan tinggi terbaik dunia pada edisi 2026. Target tersebut sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2028, tetapi berhasil diwujudkan lebih cepat.

Perkembangan serupa juga terlihat pada tingkat regional. Dalam QS Asia University Rankings 2026, Unhas menempati peringkat 201 di Asia, meningkat dari posisi 236 pada edisi sebelumnya.

Selain pemeringkatan institusi, tiga bidang ilmu di Unhas juga mendapatkan pengakuan dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

Bidang Agriculture and Forestry menempati kelompok peringkat 251–300 dunia. Bidang Politics and International Studies berada pada kelompok 301–400 dunia, sedangkan bidang Medicine menempati kelompok 601–650 dunia.

Pengakuan pada tiga bidang tersebut mencerminkan perkembangan reputasi akademik, produktivitas penelitian, dampak publikasi, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional yang dibangun oleh sivitas akademika Unhas.

Perkuat Riset dan Internasionalisasi

Untuk mempertahankan tren peningkatan, Unhas terus mengembangkan Thematic Research Group atau TRG sebagai wadah kolaborasi penelitian berdasarkan tema-tema strategis. Kelompok riset tersebut diarahkan untuk memperluas kemitraan, meningkatkan publikasi dan sitasi, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program internasionalisasi juga diperkuat melalui keterlibatan dosen dan peneliti asing, mobilitas mahasiswa, kelas internasional, penelitian bersama, serta kerja sama dengan universitas dan lembaga dari berbagai negara.

Selain itu, penguatan hubungan dengan alumni dan dunia kerja menjadi bagian penting dalam meningkatkan reputasi lulusan. Data mengenai perkembangan karier alumni diperlukan untuk menunjukkan kontribusi lulusan Unhas dalam pemerintahan, industri, dunia usaha, organisasi sosial, dan berbagai bidang profesi.

Direktur Peningkatan Reputasi Unhas, Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan peringkat merupakan hasil dari proses panjang yang ditopang penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kinerja institusi.

Seluruh capaian universitas, menurutnya, perlu didokumentasikan, diverifikasi, diukur, dan disajikan secara sistematis agar sesuai dengan metodologi lembaga pemeringkatan internasional.

Di tengah upaya meningkatkan reputasi global, Unhas tetap membawa visi Humaniversity. Prinsip tersebut menempatkan pencapaian akademik dan posisi dalam pemeringkatan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk menghasilkan riset, inovasi, dan lulusan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan masuknya Unhas ke kelompok 851–900 dunia, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi peningkatan kualitas, memperkuat dampak penelitian, serta memperluas kontribusi universitas pada tingkat nasional dan internasional.

Sumber: QS World University Rankings dan Universitas Hasanuddin.

Facebook Comments Box

Read More

Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group Dorong Penguatan Tata Kelola Pelestarian Pinisi Berbasis Riset

3 July 2026 - 13:41 WITA

Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group Dorong Penguatan Tata Kelola Pelestarian Pinisi Berbasis Riset

LPPM Unhas Latih Siswa SMAN 2 Bulukumba Jadi Agen Kesiapsiagaan Bencana

3 July 2026 - 07:13 WITA

BULUKUMBA — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan UPT SMA Negeri 2 Bulukumba menggelar bimbingan teknis (bimtek) Sekolah Siaga Bencana bagi siswa. Kegiatan berlangsung di aula SMA Negeri 2 Bulukumba, Selasa (30/6/2026), dan diikuti puluhan siswa yang terdiri atas anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira dan pengurus OSIS sekolah tersebut. Kegiatan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Siswa SMAN 2 Bulukumba sebagai Agen Kesiapsiagaan dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Kebencanaan.” Bimtek bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam kesiapsiagaan bencana, sekaligus menumbuhkan kepemimpinan siswa sebagai agen kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. Amril Hans, S.AP., MPA, dosen Administrasi Publik Universitas Hasanuddin dengan fokus kajian tata kelola kebencanaan, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Unhas. Ia didampingi tim fasilitator yakni Andi Rahmat Hidayat, S.Sos.,M.Si dan Sulfadli, S.Sos.,MAP. Kepala UPT SMA Negeri 2 Bulukumba, Margawati, S.Pd.,M.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut.“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena membekali siswa keterampilan yang menyelamatkan sekaligus mendukung penerapan muatan lokal pendidikan kebencanaan di sekolah kami,” ujarnya. Dr. Amril Hans menjelaskan, bimtek dirancang sebagai satu rangkaian pembelajaran yang membawa siswa dari sadar risiko, mau berperan, tahu prosedur, hingga mampu bertindak. “Kami ingin siswa tidak hanya menjadi korban potensial, tetapi menjadi bagian dari solusi. Sekolah yang aman bukan sekolah yang tidak pernah ditimpa bencana, melainkan yang selalu siap menghadapinya,” katanya. Kegiatan berlangsung interaktif dalam beberapa sesi. Pada sesi awal, siswa diajak mengenali konsep risiko dengan pesan kunci bahwa bencana seperti gempa tidak dapat dihentikan, tetapi korban dapat dikurangi apabila warga sekolah siap. Selanjutnya, siswa melakukan pemetaan risiko partisipatif dengan menggambar denah sekolah secara menyeluruh — mulai dari gedung kelas, laboratorium, halaman, hingga lapangan. Setiap area kemudian diidentifikasi dan ditandai menggunakan penanda warna ke dalam tiga kategori: berisiko atau berbahaya, perlu perhatian, dan aman. Tiap kelompok mempresentasikan hasil pemetaannya untuk memperoleh masukan dari tim fasilitator. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penguatan peran siswa sebagai agen kesiapsiagaan serta pembekalan prosedur dan teknik penyelamatan diri, termasuk gerakan Drop–Cover–Hold On saat gempa dan aturan evakuasi. Untuk mengukur capaian, peserta mengerjakan pre-test dan post-test serta mengisi lembar penilaian kesiapsiagaan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan merintis pembentukan Tim Siswa Siaga Bencana yang diharapkan menjadi motor budaya aman di sekolah, sejalan dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Melalui kolaborasi ini, LPPM Unhas dan SMA Negeri 2 Bulukumba berharap kesiapsiagaan warga sekolah semakin meningkat, mendukung implementasi kurikulum muatan lokal pendidikan kebencanaan, dan dapat direplikasi oleh sekolah lain di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya.

Unhas Perkuat Kompetensi Tendik untuk Hadirkan Layanan Kampus yang Lebih Profesional

3 June 2026 - 02:11 WITA

suasana pelatihan tenaga pendidik UNHAS
Trending on Kabar Kampus