MAKASSAR – UIN Alauddin Makassar terus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Pusat Layanan Disabilitas atau PLD yang digelar di Ruang Senat Fakultas dan diikuti unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga sivitas akademika kampus.
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi bersama untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya aksesibilitas, akomodasi yang layak, serta layanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa difabel. Melalui sosialisasi tersebut, UIN Alauddin menegaskan bahwa kampus inklusif tidak hanya menyangkut penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pembentukan budaya akademik yang menerima, menghargai, dan mendukung keberagaman.

Foto: Dokumentasi UIN Alauddin
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Andi Achruh, M.Pd.I., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan seluruh mahasiswa memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi. Menurutnya, mahasiswa penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang belajar yang aman, adil, dan mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal.
Komitmen serupa juga disampaikan Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar sekaligus Pengarah Pusat Layanan Disabilitas, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I. Ia menekankan bahwa penguatan layanan disabilitas membutuhkan sinergi lintas unit agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak langsung bagi mahasiswa difabel.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penguatan dari sejumlah narasumber. Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep. membahas urgensi aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi mahasiswa difabel. Ia menekankan bahwa aksesibilitas mencakup banyak aspek, mulai dari sarana fisik, layanan akademik, komunikasi, teknologi pembelajaran, hingga dukungan psikososial.
Materi lainnya disampaikan Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A. yang menyoroti pentingnya layanan pendidikan inklusif melalui sistem pembelajaran yang adaptif. Sementara itu, Dr. Khaifah Assegaf, S.TP., M.Si., IPM. mengulas layanan karier inklusif, termasuk pendampingan, penguatan kompetensi, perluasan jejaring, dan akses kesempatan kerja yang setara bagi mahasiswa maupun lulusan penyandang disabilitas.
Sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika UIN Alauddin terhadap pentingnya membangun budaya kampus yang lebih inklusif serta memastikan pemenuhan hak-hak mahasiswa difabel secara berkelanjutan.
Sumber Berita:










