Menu

Dark Mode

Kabar Kampus

Mentan Amran Paparkan Hilirisasi Pertanian dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin

badge-check


					Foto Dokumentasi: pertanian.go.id Perbesar

Foto Dokumentasi: pertanian.go.id

MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi pertanian sebagai jalan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Pesan tersebut disampaikan saat ia memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa, 2 Juni 2026.

Di hadapan sivitas akademika, Amran menjelaskan bahwa masa depan pertanian tidak cukup hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. Menurutnya, komoditas pertanian harus didorong masuk ke industri pengolahan agar memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi petani, daerah, dan perekonomian nasional.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah potensi hilirisasi kelapa di Maluku Utara. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola melalui industri hilir yang kuat dan terintegrasi.

Amran menilai, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat agenda hilirisasi pertanian. Kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan riset, inovasi, dan gagasan kebijakan yang dapat menjawab kebutuhan sektor pertanian nasional.

Melalui kuliah umum tersebut, Amran mendorong mahasiswa dan akademisi untuk melihat pertanian sebagai sektor strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga ekonomi, industri, energi, dan kemandirian bangsa. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan inovasi, sektor pertanian dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di masa depan.

Kehadiran Mentan Amran di Universitas Hasanuddin juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia kampus dan kebijakan pembangunan pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda diharapkan mampu melahirkan gagasan baru bagi transformasi pertanian Indonesia.

Facebook Comments Box

Read More

Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group Dorong Penguatan Tata Kelola Pelestarian Pinisi Berbasis Riset

3 July 2026 - 13:41 WITA

Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group Dorong Penguatan Tata Kelola Pelestarian Pinisi Berbasis Riset

LPPM Unhas Latih Siswa SMAN 2 Bulukumba Jadi Agen Kesiapsiagaan Bencana

3 July 2026 - 07:13 WITA

BULUKUMBA — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan UPT SMA Negeri 2 Bulukumba menggelar bimbingan teknis (bimtek) Sekolah Siaga Bencana bagi siswa. Kegiatan berlangsung di aula SMA Negeri 2 Bulukumba, Selasa (30/6/2026), dan diikuti puluhan siswa yang terdiri atas anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira dan pengurus OSIS sekolah tersebut. Kegiatan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Siswa SMAN 2 Bulukumba sebagai Agen Kesiapsiagaan dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Kebencanaan.” Bimtek bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam kesiapsiagaan bencana, sekaligus menumbuhkan kepemimpinan siswa sebagai agen kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. Amril Hans, S.AP., MPA, dosen Administrasi Publik Universitas Hasanuddin dengan fokus kajian tata kelola kebencanaan, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Unhas. Ia didampingi tim fasilitator yakni Andi Rahmat Hidayat, S.Sos.,M.Si dan Sulfadli, S.Sos.,MAP. Kepala UPT SMA Negeri 2 Bulukumba, Margawati, S.Pd.,M.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut.“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena membekali siswa keterampilan yang menyelamatkan sekaligus mendukung penerapan muatan lokal pendidikan kebencanaan di sekolah kami,” ujarnya. Dr. Amril Hans menjelaskan, bimtek dirancang sebagai satu rangkaian pembelajaran yang membawa siswa dari sadar risiko, mau berperan, tahu prosedur, hingga mampu bertindak. “Kami ingin siswa tidak hanya menjadi korban potensial, tetapi menjadi bagian dari solusi. Sekolah yang aman bukan sekolah yang tidak pernah ditimpa bencana, melainkan yang selalu siap menghadapinya,” katanya. Kegiatan berlangsung interaktif dalam beberapa sesi. Pada sesi awal, siswa diajak mengenali konsep risiko dengan pesan kunci bahwa bencana seperti gempa tidak dapat dihentikan, tetapi korban dapat dikurangi apabila warga sekolah siap. Selanjutnya, siswa melakukan pemetaan risiko partisipatif dengan menggambar denah sekolah secara menyeluruh — mulai dari gedung kelas, laboratorium, halaman, hingga lapangan. Setiap area kemudian diidentifikasi dan ditandai menggunakan penanda warna ke dalam tiga kategori: berisiko atau berbahaya, perlu perhatian, dan aman. Tiap kelompok mempresentasikan hasil pemetaannya untuk memperoleh masukan dari tim fasilitator. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penguatan peran siswa sebagai agen kesiapsiagaan serta pembekalan prosedur dan teknik penyelamatan diri, termasuk gerakan Drop–Cover–Hold On saat gempa dan aturan evakuasi. Untuk mengukur capaian, peserta mengerjakan pre-test dan post-test serta mengisi lembar penilaian kesiapsiagaan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan merintis pembentukan Tim Siswa Siaga Bencana yang diharapkan menjadi motor budaya aman di sekolah, sejalan dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Melalui kolaborasi ini, LPPM Unhas dan SMA Negeri 2 Bulukumba berharap kesiapsiagaan warga sekolah semakin meningkat, mendukung implementasi kurikulum muatan lokal pendidikan kebencanaan, dan dapat direplikasi oleh sekolah lain di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya.

Lompatan Prestasi Unhas dalam Pemeringkatan Dunia QS WUR 2027

18 June 2026 - 03:04 WITA

Lompatan Bersejarah: Unhas Menembus Peringkat 861 Dunia di QS WUR 2027
Trending on Kabar Kampus